LIBURAN WITH KIDDOS



Untuk yang mempunyai rencana travelling dengan kiddos, juga dengan budget minim dan waktu yang singkat, bisa di chekidooot yaaaa, In Sha Allah bisa bermanfaat ^_^


Alhamdulillah akhirnya bisa memenuhi hak liburan untuk my kiddos. Yeeayy, keinginan Mas Pandji pelesiran ke Singapore finally tercapai juga. Untuk dede Rajendra sih, ga terlalu masalah mau diajak kemana, yang penting dia bisa naik pesawat hehehe..

Kami pergi sekeluarga. Untuk liburan kali ini di bulan Januari 2015, tiket pesawat dan voucher hotel sudah dipersiapkan pada bulan Desember 2014. Hmm, sebenarnya persiapan ini lebih cepat daripada liburan kami tahun lalu ke Kuala Lumpur, yang persiapannya enam bulan sebelum jadwal liburan. Nah, liburan kali ini, aku dan Papsky sepakat, jika cuaca terlihat kurang baik, maka jadwal liburan akan dimundurkan. Tapi jika cuaca terlihat bersahabat, kami jadi berangkat.

Awalnya sempat ragu, bukan takut terjadi apa2 (semua itu Allah yang mengatur kan), tapi jika cuaca kurang baik, maka kami pikir akan percuma liburan, dan banyak tempat yang tidak bisa kami datangi. Alhamdulillah ada informasi dari para kawan Papsky jika tidak masalah untuk terbang, aman2 saja dan kondisi cuaca di Singapore bersahabat. Jadilah kami fix berangkat hari Rabu, 21 Januari 2015. Bismillah.. Packing dan penukaran uang pun baru dilakukan pada hari Selasa. Semua serba santai kali ini. Maklum, ini termasuk liburan singkat, hanya dua hari saja. Jika membawa anak rasanya dua hari cukup, apalagi di Singapore kami menggunakan transportasi umum. Barang bawaan termasuk perabotan lenong kiddos, passport, boarding pass, voucher hotel dan administrasi lainnya (contekan peta, dan itinerary) ready. Yeeeaaayyy.. Kiddos harus tidur cepat supaya ga terlambat, karena biasanya mereka susah disuruh tidur cepat.


#DAY 1#
Kami berangkat dari rumah pukul 05 pagi dan tiba di bandara Soetta 40 menit kemudian. Lumayan jadi ga perlu terlalu lama menunggu, terutama karena membawa bocah yang Subhanallah aktifnya.. Pukul 06.15 kami masuk ke boarding room, untuk flight pukul 07.05. Alhamdulillah pukul 09.30 kami sudah landing di bandara Changi dengan selamat. Proses pemeriksaan Imigrasi pun berjalan lancar. Nah, dari sini jelas perbedaan dari imigrasi Indonesia dengan Singapore. Jika pemeriksaan tanpa anak imigrasi Singapore kelihatan lebih tegas tapi berbeda jika kita membawa anak2. Mereka bisa jauh lebih ramah. Imigrasi Indonesia? *maaf* Sama saja, dengan atau tanpa anak2. Tegas2 gimana gituuu. 

Tapi, karena mereka sudah pernah pelesiran keluar negeri sebelumnya, jadi mereka sudah agak paham jika harus mengerem dan mengontrol tingkah lakunya. Walau lima menit anteng, lima menit pecicilan. Di bandara Changi kami ga lupa mengisi botol kosong di water tap yang sengaja kami bawa, untuk bekal minum nanti. Lumayan kan bisa menghemat, hehehe.. Oh iya, kami sengaja membawa kemasan botol air mineral plastic, supaya ga terlalu berat dan bisa langsung dibuang. Jadi, saranku, ga perlu membawa botol minuman berat, percuma nanti. But, terserah juga sih ^_*


Kembali menginjak Bandara Changi.. Subhanallah, Alhamdulillah bisa mengunjungi bandara yang terkenal dengan kebersihan dan ketertibannya, juga fasilitas yang memanjakan pengunjungnya. Selalu terus merasa terkagum disini. Terutama dengan para opa dan oma, yang masih semangat bekerja, semoga terus dikaryakan yaaaa..


Nah ini dia penampakan Water Tap yang banyak ada di Bandara Changi


Ini dia Travelator yang sangat membantu pengunjung supaya ga terlalu letih


Nah, disini Papsky minta difoto depan escalator yang katanya ‘tinggi sekaliih’



Dari Terminal 1 Changi kami naik skytrain ke Terminal 3, niatnya sih mau sarapan di Staff Canteen, eh ternyata Staff Canteen sekarang ada di Terminal 1 dan 2. Di Terminal 3 sekarang ada food court (otomatis harga pasti lebih mihiL hehehe). Padahal kami kangen masakan di Staff Canteen. Tapi apa daya.. Bawa anak itu ga selenggang jalan berdua atau sendiri. Kami nyerah juga, acara makan di Staff Canteen akhirnya batal. Oh iya, ketika kami di pengecekan imigrasi Terminal 3, sempat ditanya juga, kenapa bisa keluar disini padahal landing di terminal 1, “Any luggage?” Aku dengan santai menjawab, “Oh no luggage. I just want to eat at Staff Canteen”. Dijawab lagi, “Oooh, I see.” Hehehe, mungkin mereka paham kalau kami mau makan murah di Staff Canteen.


Skytrain, penghubung antar terminal di bandara Changi


Nah, ini yang selalu kusuka dari Singapore. Setiap mengunjungi Singapore, pasti selalu saja ada hal baru. Entah itu jalur MRT, tata kota yang baru, maupun hal lain. Seruuu abeeess..


Suasana di dalam MRT. Nyaman sekaliiiih tapi jangan coba2 minum, makan, atau apapun hal yang dilarang di dalam MRT yaaa, banyak CCTV nya looh


Terowongan bawah tanah MRT, yang membuat Mas & Dd terkagum2, terlebih MRT tanpa driver



Akhirnya kami langsung menuju ke hotel. Perjalanan dari Changi ke Bugis lumayan heboh, kiddos kelihatan norak tahu MRT bisa jalan tanpa supir hehehehe.. Nah, untuk menginap, kami akhirnya menjatuhkan pilihan ke Fragrance hotel, Middle Road, Bugis, karena rekomendasi dari para tamu yang lumayan bagus, terutama untuk tamu yang membawa anak kecil.

Dari MRT Station Bugis kami mampir di NAJ resto, pas di depan Bugis Junction, karena Papsky sudah kelaparan belum sarapan tadi pagi. Jadi, mamih papih makan nasi campur, kiddos makan makanan camilan yang bisa buat kenyang, yang kami beli selewatan di Old chang Kee (one of our favourite food), food court Bugis junction. Pukul 12.00 kami tiba di hotel, yang memang lumayan strategis, karena dekat dengan MRT station, BUS stop dan tempat makan.


Nasi campur (atau rames mungkin yaa) di Naj Restourant, seberang Bugis Junction, its only SGD 4,5



“Yessss, I love Bugis”.. Recommended place to stay. Kami hanya tinggal menyerahkan voucher, kasih passport untuk pendataan, masuklah kami ke family room di lantai 4. Tapi, dalam hal ini, aku tetap rekomendasikan 85 Beach Garden, Beach Hotel, Marrison atau Park View Hotel, karena kamar hotel lebih besar, ada jendela dan lebih dekat ke MRT Station.

Kamar di Fragrance lebih sempit dan tanpa jendela. Untuk hal lain hotel ini top untuk backpacker. Staffnya ramah dan helpful. Kami menginap berempat tanpa adanya tambahan biaya apapun untuk upgrade kamar, plus kami ga perlu menunggu waktu check in yang seharusnya pukul 3.

Dari hotel kami menuju How Par Villa. Disini kiddos lumayan hepi, karena tempatnya yang lumayan luas dan mereka bisa foto di banyak patung2, terutama patung Liberty New York “tapi kecil” hehehhe. Lumayan lah, saat ini foto dengan patung Liberty yang kecil dulu ya nak, in sha Allah ada rezeki, kita foto di patung Liberty yang asli. Tapi lama-lama si Mas mulai ngambek dan terus menerus melihat ke kertas jadwal acara yang memang sengaja aku print. Dia langsung meminta jadwal ke Paragon Orchard dipindah ke hari pertama. Xoxoxo, tentu saja sang Mamih menolak. Mereka harus ikut aturan dalam hal ini “belajar disiplin”. Tapi setelah dibujuk, dari How Par Villa ke Sentosa Island, ke Pantai Siloso, main air di pantai dan playground dan setelah itu beli topi di Chinatown, barulah si Mas senyum lagi. “Good Boy”. Karena terbiasa memandu customer, aku juga membuat panduan untuk diri sendiri, walau sebenarnya sudah paham. Menurutku, tetap hal itu diperlukan, agar travelling kita lebih teratur dan tidak membuang waktu. 


Suasana yang sepi dan Patung-patung di How Par Villa (TAMAN TEMA NERAKA)






Aku sudah kali kedua mengunjungi How Par Villa. Suka aja dengan situasinya disini. Nyaman, adem, sepi, tenang. Ke Merlion Park di Marina Bay malah belum pernah, walau sudah berkali-kali ke Singapore hehehe.. So, How Par Villa ini recommended sekali looh untuk yang suka dengan ketenangan.


Ternyata di How Par Villa ada buah kesukaankuuuu yang sudah hampir ga ada disini, JAMBLAAANG, yang ternyata jadi makanan burung, hikzz..


Banyak burung Jalak di How Par Villa


Dari How Par Villa, kami hanya naik MRT Circle Line menuju Harbourfront. Tiba di MRT Station di Lantai Basement Vivo City, kami langsung naik ke Lantai 3 untuk membeli tiket Sentosa Express. Mas sudah ga sabar mau ke dalam USS dan melihat patung Merlion terbesar di Singapore. Sayangnya sebelum sempat masuk ke dalam USS, turun hujan. Akhirnya aku dan Papsky membatalkan masuk ke USS. Percuma juga kan masuk ke dalam USS tapi dalam keadaan hujan. Akhirnya Mas kecewa pemirsa, karena ga bisa masuk ke dalam USS, dia hanya bisa foto di depan patung Merlion, depan bola USS dan main air di pancuran. Tapi kemudian dia kembali sumringah, karena bisa beli candies di Candylicious.

Dari sini kami lanjut ke Siloso Beach, tapi maaf sepertinya ga jadi ke Siloso Beach deh, jauh hehehe, hanya sampai tengah jalan aja. Ditambah lagi Dd sudah ribut cape.. Maybe next time I will go there, In Sha Allah. Dari Sentosa kami lanjut ke Chinatown, karena Mas ga sabar mau beli topi dan souvenir untuk teman2 sekolahnya. Dari Vivocity kami naik MRT North East Line (ungu) arah Punggol, hanya 2 station dari sini. Untuk beli tiket USS (dan tiket wahana wisata lainnya di Singapore) bisa di Pandra Tour looh, dengan harga bagus, hehehe *promo*


Yeeay bisa foto full ber4, minta tolong ke Turis dari Indonesia juga *sekampung*







Dari Resort Station, lanjut ke Imbiah, lanjut ke Beach Station.. Jalannya agak jauh tapi indaaah




Lokasi masuk untuk naik/turun dan menunggu Sentosa Express




Di Chinatown, seperti biasa.. Mas langsung ambil alih, mau beli ini dan itu. Tapi di Chinatown kami khusus membeli souvenir saja, gantung kunci, kaus, topi dan pernak pernik. Oh iya, disini Papsky sempat shalat Ashar di Mesjid Jamee, Chinatown, berderet dengan Sri Mariamann Temple. Indahnya hidup berdampingan dengan perbedaan.


Pintu keluar MRT tepat di Pagoda Street, pusatnya souvenir murah di Singapore




Dari Chinatown sekitar pukul 19 malam, kami menuju Bugis Street dan Bugis Village, sekedar berjalan-jalan saja, karena si Papsky mau ke Bugis Street. Dari sini kami menyeberang ke Bugis Junction dilanjutkan ke hotel.

Bugis Street, Bugis Village, tepat diseberang Bugis Junction



Tapi baru saja sampai hotel, ternyata temanku yang tinggal di Singapore ingin bertemu, kebetulan memang ada titipan untuknyaKami kembali menuju ke Bugis Junction untuk bertemu dengannya. Aku mengobrol sebentar dengan temanku, sementara kiddos main air di pancuran depan McDonald Bugis Junction. Dari sini kami kembali ke hotel untuk makan malam *dengan pop mie* lanjut mandi dan tiduuuur.


Suasana Middle Road, tepat di depan hotel Fragrance Bugis (sebelah Hotel 81)



Oh iyaaa, sebelum tidur kami juga sudah sepakat bahwa hari kedua di Singapore is a day for kiddos. Kami mengganti tujuan ke Paragon Orchard ke City Square di Little India, supaya sekalian bisa membeli camilan *permen dan coklat*


TUJUAN WISATA :
How Par Villa, Sentosa Island, Chinatown, Bugis (Bugis Junction, Bugis Village, Bugis Street)

BIAYA YANG KELUAR DI DAY 1 :
Makan (9+8+2)                      =  19
Jajan (10+5+5)                      =  20
Isi Ulang Ezlink (10+10+10) =  30
Sentosa Express (4+4+4+4) =  16      
Oleh2 (10+10+4+4)              =  28     SGD 113 (Rp.1,107,400) + Taksi menuju bandara Rp.100,000
TOTAL = Rp.1,207,400



#DAY 2#

Kami bangun pukul 06.30 pagi, kesiangan deh hehehe. Pukul 07.30, kami langsung menuju ke Children’s Garden di Gardens by the bay. Kiddos very excited karena mereka akan main air dan lanjut ke City Square Mall *beli mainan di Toys R us tentunya*. Sayangnya, setelah berjalan kaki cukup jauh ke Gardens by the bay, ternyata Childrens’s Garden baru buka pukul 10.00 sedangkan kami tiba pukul 08.30, berarti kami harus menunggu selama 1 jam 30 menit. Negosiasi dengan kiddos pun dimulai. Yeeess, Alhamdulillah kiddos so cooperative dengan mamih papihnya. Mereka mau diajak kembali ke hotel, untuk beres-beres barang bawaan. Juga, mereka harus mandi sebelum ke Little India. Ketahuan deh jalan pagi belum mandi hehehe.



Gardens by the bay












Children’s Garden di Gardens by the bay, ITS FREE.. awesome, kerreeeen. Lengkap disini





Oh iya, sebenarnya ada beberapa pilihan playground (in door dan out door) untuk anak2. Antara lain ; Pasir Ris Town Park, Jacob Ballas Singapore Botanic Gardens, Siloso Beach, Paragon Orchard Lt.5, Marina Barrage, West Cost Park. Semua FREE alias gratis, pemirsaaah..


Singapore Flyer dan Helix Bridge 





Bolak balik ke Singapore, aku belum pernah ke Merlion Park, fotonya selalu dari seberang, entah dari Esplanade, dari Marina Bay Sand atau dari atas Singapore River Cruise hehehehe



Di dalam perjalanan menuju hotel di Bugis, kami menyempatkan untuk berjalan-jalan sebentar di kawasan Arab Street atau dikenal juga dengan Kampung Glam. Kami sarapan di Zam Zam Restoran di seberang Mesjid Sultan. Cukup berjalan kaki dari MRT Bugis sekitar 8-10 menit (agak lama karena dengan kiddos). Sepertinya, berjalan kaki di Singapore sangat menyenangkan *untuk aku khususnya* lebih sehat dan hemat karena disana memang sangat memanjakan para pejalan kaki. Hanya di Singapore aku bisa berjalan kaki dan naik transportasi umum dengan aman dan nyaman. Kira2 kapan bisa seperti ini di Indonesia yaa, hikz.. Semogaaa…

Zam Zam Resto ini memang sudah sangat terkenal di kalangan turis yang datang ke Singapore maupun warga Singapore sendiri. Halal, harga murah, banyak menunya, dan letak yang strategis di pinggir jalan. pemilik dan karyawannya ramah, serta rasa makanannya yang sangat enak. Makanan yang terkenal di sini antara lain nasi briyani dan martabak. Harga nasi briyani hanya SGD 6,50 perporsi. Untuk martabak ada beberapa jenis untuk isi (daging sapi, daging kambing, daging ayam, sarden), harga sesuai dengan ukuran. Untuk ukuran terkecil SGD 5, tapi itupun sudah besar kok, malah kami sempat minta bungkus karena ga sanggup habisin *kekenyangan*


Nasi Briyanni, Martabak




Disini aku sangat suka dengan minumannya. Selain murah, kisaran SGD 1,50-2,50 pergelas besar, rasanya juga sangat enak *yummy*.

Coffee ice , Lemon Tea ice, Bluberry ice


Mau tahu yang tidak biasa disini? Walaupun si pemilik berdarah Arab, namun karyawannya dari beberapa ras, yaitu India, Arab dan China. Rukun ya.. Disini kami harus merogoh kocek sebesar SGD 27 hehehe. Tapi its okay, karena rasa dan porsinya yang asik. Namun, untuk rasa nasi briyani, aku lebih suka dengan nasi briyani yang ada di resto depan Mustafa Centre, dari tampilan lebih bagus, porsi lebih banyak dan bumbu rempahnya lebih terasa. Harga tentunya lebih mahal, SGD 8.

Nah ini Nasi Briyani di restaurant seberang Mustafa Centre harga SGD 8.. Beda kaaan… Kalau disini, jelas porsi untuk tuan Papsky, banyak bingiiittzz



Kami tiba di hotel pukul 11 siang, dengan perut kekenyangan. Setelah beres2, tepat pukul 12 siang, kami check out dari hotel, dengan menitipkan barang terlebih dahulu supaya bisa lebih leluasa. Dari hotel kami mampir ke Bugis Junction, aku kok naksir barang yang lagi sale ya, lumayan sekali, di Indonesia harganya setahuku 2 kali lipatnya hehehe.. Kali ini Mamih belanja duluan ya boys. Setelah itu langsung caaaoo ke Little India, memenuhi janji ke kiddos untuk ke Toys R Us. Karena selama ini Mas dan Dd hanya mendengar cerita dari Mamihnya, jika Toys R Us di Singapore mainannya lebih banyak dan lebih murah. Yess, its true, beberapa kali ke Singapore untuk memandu ataupun liburan, aku selalu menyempatkan membeli mainan di Toys R Us di City Square Mall. Harganya memang lebih murah di Singapore dibanding di Indonesia. Untuk koleksi tokoh film Transformer, di Indonesia harganya sekitar 500 ribuan, di Singapore hanya 250 ribuan, untuk ukuran yang sama.

Kami naik MRT downtown line ke Chinatown dan ganti jalur MRT North East Line arah Punggol, berhenti di MRT Station Farrer Park, langsung keluar di City Square Mall. Oh iyaa, jika ingin menuju ke Little India, sebaiknya turun di Farrer Park, karena justru lebih dekat menuju Mustafa Centre dan tujuan lainnya di Singapore. Kami langsung menuju ke Toys R Us yang berada di Lantai B2. Waaaah, kiddos seperti menemukan harta karun. Mereka langsung beredar di sini. Enaknya disini agak lebih sepi dibanding di Paragon, Takashimaya atau Vivo City. Jadi kami lebih leluasa.

Disini Mas beli kotak pensil Transformer dan mainan Transformer. Ga tanggung2, yang ukurannya 20 cm. Dede hanya beli mobilan truck off road, yang memang dia sudah incar di Indonesia, ternyata ada disini. Yippiiiiii.. Mainan Baymax pun keluaran terbaru harga hanya SGD 24,90 sajaaa, padahal di Indonesia itu harga sekitar 500ribuan. Sayang Mas ga mau beli. Disini aku yang geregetan, karena lihat harga2nya yang lumayan miring, yaah walau ga semua sih. Tapi tetap sajaaa deh, mata jadi agak2 gimana gitu kalau lihat ada selisih harga yang lumayan hehehe.. *wanitaaah, mamih2 pulaaa*


Yeaaayyyy.. I’ve got many toys.. *habis deh mamih papihnya dimatrein*



Setelah puas bermain dan beli mainan di Toys R Us City Square Mall, kami langsung menuju Mustafa Centre yang berada tepat di seberang Mall. Disini seperti biasa, aku hanya beli camilan saja. Hebat juga deh, disini kita bisa menjumpai barang apa saja. Makanan, barang fashion (baju, tas, sepatu, perhiasan), pernak pernik sampai ke barang tehnik. Satu tempat berisi barang dari A to Z. Tapi untuk souvenir jangan beli disini, tetap di Chinatown lebih murah.

Dari Mustafa Centre, kami mampir ke Mesjid Anguila, tepat berada di seberang Mustafa Centre juga. Disini kentara sekali keramahan warga Singapore yang berdarah India dan Melayu. Suka suka suka *upin ipin mode on*. Senyum, salam, sapa adalah hal terbiasa di sini.

Dari Little India kami bergegas kembali ke hotel untuk mengambil barang dan segera menuju ke bandara Changi. Dalam perjalanan menuju hotel, lagi-lagi kami mampir di Naj Resto, karena Papsky agak mumet karena belum minum kopi seharian, pemirsaaah, hehehe. Disini kopi hitam disebutnya Kopi O, harganya hanya 90 cent.


Oh iyaaa, ada kejadian menarik disini. Ketika kami melewati Bugis Junction, ada tiga orang polisi Singapore yang sedang memarahi tiga orang abegeh perempuan, yang ternyata pelajar tapi menggunakan pakaian bebas dan ketahuan sedang merokok. Hadduuuh, kira ada apa yaa. Eh tapi itu justru keren loh, mereka tegas sekali, karena untuk pembelian rokok itu kan ada minimal usianya. Di Indonesia?


Aku dan Mas menunggu di Naj Resto, Papsky dan Dd kembali ke hotel untuk mengambil barang bawaan. Setelah itu kami langsung menuju bandara Changi. Waaah, lumayan repot, karena bawaan kami bertambah. Terlebih lagi mainan Mas yang ampyuuun besar bingitz. Tapi dengan ngototnya Mas mau bawa sendiri plastic mainannya hehehe. Lebih ngotot lagi Papsky, yang ogah sekali naik taxi, hiz.. Tapi disupport oleh kiddos yang juga memilih naik MRT daripada naik taxi.

Nah, karena kami menuju bandara Changi pas sekali dengan jam pulang kerja warga Singapore, jadilah kami berdiri selama di perjalanan menuju bandara Changi, full deeeh. Alhamdulillah walaupun terlihat cuek, ternyata mereka care juga jika memang ada orang lain yang benar membutuhkan tempat duduk di dalam MRT. Mas dan Dd dapat tempat duduk. Aku dan Papsky tetap berdiri.

Tiba di MRT Station MRT bandara Changi di Terminal 2 sudah pukul 18.45. Waaah kami harus cepat2 naik ke Skytrain menuju Terminal 1. Ketika kami mau melakukan Check in di mesin Airasia, salah satu petugas malah melarang kami. Katanya, “Want to check in?” Jawabku, “Yes with luggage.” “Dan katanya laaagiii, “No, don’t have to, you just go to Check in counter number 14, ask them to print out.” Aliiasss, yang artinya kurang lebih begini, “Ga perlu, langsung saja menuju counter Check in nomor 14, minta print out boording pass, biar mereka yang print saja.” Yoo wees, kami pun mengantri. Alhamdulillah antrian ga terlalu panjang. Inilah enaknya liburan pada hari kerja. Tidak terlalu penuh. Makaciiih Papsy yang sudah mau cuti demi liburan ini.

Ada yang lucu disini, setiap aku ke Singapore dan melakukan check in di check in counter Airasia, kok aku ketemu staff Airasia itu terus yaa, cantik, baik, ramah dan agak lucu. Nah kali ini aku bertemu dia lagi. Ketika melihat Eticket dan pin Airasia yang menempel di tas ransel Papsky, wanita itu bilang, “You work at Airasia Indonesia, huh? Give me that pin lah, I don’t have” Hehehe.. Papsky dengan baik hati langsung mencopoti dua pin dan langsung memberikan padanya. Langsung deh wajahnya sumringah, sambil mengedipkan matanya ke aku xixixi..

Selesai check in, kami langsung masuk ke ruang departure, melalui pemeriksaan imigrasi. Nah disini lagi2 mereka menunjukkan keramahannya karena kami membawa anak. I like it. Kami menunggu di depan boording room sambil menyantap camilan Old Chang Kee, dilanjutkan ke kursi pijat. Lumayan lah dipijat sebentar, lagi2 FREE, no charge. Kalau di Indonesia kalau ga salah harus bayar Rp.10,000 yaa, kalo di Mall hehehhe.. Mas dan Dd bolak balik melalui travelator sambil menyapa orang2 yang lalu lalang “hallo.. hai”


Sementara Papsky & Maz mijat kaki, Dd sibuk dengan mobilan Monster Truck-nya





Finally, kami masuk ke dalam boording room. Disini juga para petugas sangat ramah, bahkan mereka menggoda Mas, “I take it yaaah, saya ambil mainan kamu, tidak boleh dibawa pulang, okay?” dan mas dengan PEDEnya menjawab, “Oh no.. its mahal, you know!” hahaha… Sok English deh Mister Amerika.
Pukul 20.20 kami sudah masuk ke dalam pesawat, dan hanya menunggu sebentar pesawat kami pun take off menuju Cengkareng, Indonesia. Alhamdulillah, di dalam perjalanan cuaca sangat baik. Pukul 21.40 kami landing di bandara Soetta dengan selamat. Alhamdulillah ya Allah, kami telah dilindungi di dalam perjalanan.


Hmmm, sifat sombong aku muncul *maaf*, “Back to reality.. Welcome to crowded place”. Pemeriksaan imigrasi dengan petugasnya yang ‘agak2’, juga dengan agak kacaunya system transportasi umum setelah keluar dari bandara, khususnya taksi. Hikz, banyak calo betebaran dimana2, memaksa untuk menyewa taksi gelap dari mereka. Dan risihnya, mereka mengikuti kemana kita berjalan, hikz, ampuun deeeh.. Menunggu taksi selama 30 menit, barulah taksi datang, itupun harus dilihatin dengan ekspresi ga enak dari calon penumpang yang *padahal* datang setelah kami. Iiih aneh sekali, kami yang datang dan booking duluan kenapa kami yang dikasih ekspresi ga enak sih. Sesuai aturan saja deh.

Kami tiba di rumah 30 menit kemudian. Kiddos ga langsung tidur, mereka langsung sibuk utak atik mainannya.. Hayyaaaah, padahal sudah hampir pukul 12 malam. Alhamdullah akhirnya kami bisa memenuhi hak liburan kiddos.


TUJUAN WISATA :
Marina Bay (Gardens by the bay, MBS, Esplanade, Helix Bridge), Arab Street/Kampung Glam (Zam Zam Restourant, Sultan Mosque), Little India (City Square Mall, Mustafa Centre, Anguila Mosque)


BIAYA YANG KELUAR DI DAY 2 :
Makan  (27)                        =  27
Jajan (10+8+5)                   =  23
Oleh2 (57+15+10)            =  82       SGD 132 (Rp.1,293,600) + Taksi menuju rumah Rp.100,000
          TOTAL = Rp.1,393,600

Total biaya operasional selama dua hari :  Rp.1,207,400 + Rp.1,393,600 = Rp.2,501,000


TOTAL BIAYA KESELURUHAN untuk 4 (empat) orang
Tiket pesawat PP             =  Rp. 1,080,000 (dapat promo)
Airport Tax                      =  Rp.    600,000
Hotel 1 malam                  =  Rp. 1,000,000
Operasional                      =  Rp. 2,501,000                 TOTAL Rp.5,181,000




Untuk biaya beli mainan *maaf* ga perlu dimasukkan yaa.. Sumpah, ga penting deh, hehehe. Intinya, ga perlu biaya ‘bengkak’ untuk jalan2 bersama keluarga kaaan? Untuk pembelian oleh2 juga bisa dipangkas. Bukan pelit looh, tapi jika liburan dengan kiddos, UTAMAKAN penuhi hak mereka untuk berlibur terlebih dahulu. Ke tempat wisata yang pas dan cocok untuk mereka. Jadikan belanja sebagai selingan saja. Harus pintar mengerem dalam hal ini, khususnya para mamih, hayoooo..

Ataaaauu, solusinya, kiddos menunggu di Playground atau di hotel, ditemani papihnya, naaah sang mamih bisa deeh keluar untuk berbelanja *sampai puas*

Ada banyak pelajaran yang dapat kami berikan ke kiddos, terutama Mas, yang sudah duduk di Sekolah Dasar. Mengenai tata tertib, disiplin, etika yang memang lebih kental di Singapore, dibanding di Indonesia. Mas said, “Nanti aku mau cerita ke teman2ku kalo di Singapore itu tertib dan disiplin, ga boleh sembarangan. Buang sampah ga boleh sembarangan, nyeberang harus ditempatnya, harus antri. Pokoknya semuanya deh. Iya kan mih?” Hehehe.. Alhamdulillah deh dia sudah paham. Semoga di Indonesia juga selalu tertib dan disiplin ya Mas..

Oh iya, diantara banyak cerita yang beberapa anaknya suka rewel jika diajak backpackeran alias berjalan kaki atau naik transport umum, disini “Iam so proud and thankfull” karena my kiddos tidak sekalipun mengeluh kecapaian atau apapun ketika diajak berjalan kaki lumayan jauh. Malah disini Mamihnya yang kakinya kesakitan ‘maklum, factor U dan efek kurang olah raga’

Love you a lot, Mas and Dd.. In Sha Allah next tahun depan kita liburan ke luar negeri lagi yaaa.. Yuuuk, mari kita menabuuuung…

Makaciiiih yaaaa, untuk yang sudah mampir ke blog dan menyempatkan untuk membaca. Semoga sharing ini bisa membawa manfaat yang baik. Aamiin.


Oh iyaaa, bisa kunjungi kami di FB : Pandra Tour atau Web : www.pandratour.com





0 komentar:

Posting Komentar